Sep 07 2008

KAPASITAS BELAJAR SUATU BANGSA

( Tulisan saya ini dimuat pada harian Sinar Harapan, Sabtu 19 Januari 2002, sudah lama sih, tetapi menurut saya masih relevan dengan kondisi sekarang … )

Krisis ekonomi sejak tahun 1997 dan diikuti oleh krisis multidimensi sampai sekarang memberikan pelajaran yang sangat berharga dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Kita akhirnya belajar bahwa pujian-pujian yang diberikan oleh Bank Dunia tentang keberhasilan pembangunan ekonomi kita, ternyata walaupun menyejukkan, tetapi sangat menjebak. Apakah mungkin sebuah negara dengan fundamental ekonomi yang disebut-disebut kuat ternyata mengalami krisis seperti ini? Rasanya sulit untuk diterima oleh pikiran kita.

Jeffrey Winters yang sering mengamati Indonesia menggambarkan Bank Dunia sebagai suatu organisasi yang terbelah dua, yaitu ”bank retorik” dan ”bank sebenarnya”.

Pihak-pihak yang berada pada belahan pertama yaitu ”bank retorik” bertugas untuk menyusun laporan-laporan, pernyataan-pernyataan, dan press release yang ”menyejukkan” atau ”menyenangkan semua pihak”. Sedangkan pihak-pihak yang tergabung dalam ”bank sebenarnya” sangat menyadari bahwa kondisi yang terjadi pada ”bank retorik” tersebut adalah bagian dari suatu penyakit yang sangat serius. Winters lebih jauh mengungkapkan bahwa Bank Dunia cenderung melebih-lebihkan jumlah proyek yang sukses, walaupun laporan internal lembaga tersebut yang dipublikasikan pada tahun 1992 menyatakan bahwa 37,7% dari sekitar 1.800 proyeknya gagal !

Continue Reading »

2 responses so far

Sep 05 2008

THE WORLD : FLAT OR CURVED ?

Tadi setelah buka puasa di Plaza Indonesia, saya jalan-jalan ke toko buku Periplus di sana, dan pandangan saya tertuju kepada sebuah buku yang sangat eye catching, yaitu “The World is Curved” tulisan David M. Smick, yang baru saja diterbitkan tahun 2008 ini. Dari judul buku itu saja saya sudah yakin bahwa ini adalah anti tesis terhadap buku “The World is Flat” (juga lihat di sini), yang disusun oleh Thomas L. Friedman, diterbitkan tahun 2005 dan telah mengalami revisi dua kali. (lihat edisi pertama di sini, lalu edisi kedua (expanded edition) di sini, dan edisi ketiga di sini). Saya sendiri membeli buku “World is Flat” ini tahun 2006, edisi pertama, tetapi setelah itu mengikuti perkembangan edisi berikutnya melalui internet.

Pada tahun 2007, “pengikut” Thomas L. Friedman menerbitkan buku yang bisa dikatakan sebagai suplemen untuk “World is Flat”. Judul buku tersebut adalah “Competing in Flat World : Building Enterprises for a Borderless World“, (juga di sini), ditulis oleh Victor K. Fung, William K. Fung, dan Yoram (Jerry) Wind.

Thomas Friedman membuat definisi globalisasi itu menjadi 3 definisi, yaitu globalization 1.0, globalization 2.0, dan globalization 3.0. Continue Reading »

2 responses so far

Sep 05 2008

PERILAKU DALAM EKONOMI

Published by Riri Satria under Behavior science, Ekonomi

Sepanjang saya belajar mengenai teori ekonomi (walaupun bukan major bidang saya), ada satu hal yang menarik perhatian saya sampai saat ini, yaitu bidang ilmu ekonomi berbasis perilaku (behavioral economics). Dalam sejarah penerima Hadiah Nobel di bidang ekonomi, terdapat satu, dan masih satu-satunya sampai sekarang, pemenangnya yang bukan ahli ekonomi, melainkan ahli psikologi, yaitu Daniel Kahneman, (juga lihat di sini). Dia memadukan ilmu psikologi, dalam hal ini perilaku manusia (human behavior) ke dalam ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi memiliki basis pemikiran bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidupnya secara optimum, tetapi kenyataannya sehari-hari perilaku manusia tidak selalu begitu. Makna optimum itu sangat subyektif dan itu akan membentuk bagaimana manusia membuat keputusan ekonomi dalam hidupnya.

Si Ali punya tiba-tiba menang undian, dan dapat mobil baru seharga Rp. 100 juta. Lalu Ali diperbolehkan memilih, apakah tetap mendapatkan mobil itu, atau menjualnya kembali untuk mendapatkan uang tunai. Lalu si Budi juga menang undian, tetapi dia harus memilih, apakah diberi mobil (yang jenis dan harganya sama dengan yang diberi ke si Ali) atau diberi uang tunai saja. Jika seandainya kedua orang ini, si Ali dan Budi ingin mendapatkan uang, berapa uang yang mereka inginkan ? Jika eksperimen ini dilakukan terhadap sampel yang banyak, maka terjadi kecenderungan bahwa orang dalam kelompok si Ali mengharapkan uang lebih banyak daripada kelompok si Budi. Continue Reading »

4 responses so far

Sep 05 2008

APAKAH ALAT PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN ?

Published by Riri Satria under Filsafat, Metodologi riset

Ilmu pengetahuan atau sains (science) ternyata dikembangkan melalui empat hal, yaitu (1) logika, (2) matematika, (3) statistika, serta (4) bahasa. Ilmu pengetahuan berkembang melalui penelitian atau riset, dan penelitian itu sendiri memanfaatkan keempat hal di atas.

Dengan logika, manusia sanggup menyusun hubungan sebab-akibat, serta menyimpulkan sesuatu baik induktif maupun deduktif. Ini adalah dasar dari pengembangan ilmu pengetahuan. Logika atau nalar ini memang bermula dari sikap kritis akan sesuatu fenomena alam, dan setelah itu, proses berpikir akan berjalan. Bahkan sekarang, logika pun bisa diekspresikan ke dalam simbol-simbol seperti matematika (symbolic logic serta mathematical logic). Menurut saya malahan irisan antara logika dan matematika ini sudah menjadi suatu topik bahasan sendiri, yang dikenal dengan istilah matematika diskrit (discrete mathematics). Continue Reading »

2 responses so far

Next »